Asal Mula Ide Jembatan Merah Putih Ikon Maluku

Jembatan Merah Putih merupakan jembatan yang menjadi salah satu ikon kota Ambon, Provinsi Maluku. Pemberian nama merah putih ini bukanlah tanpa alasan. Hal ini disebabkan merah putih sarat akan makna nasionalisme terhadap negera kesatuan Republik Indonesia. Tidak sampai situ saja, penamaan merah putin ini juga bertujuan agar orang Maluku dapat mengenang perjuangan leluhur.

Hal ini juga mengingatkan kembali memori orang Indoneisa bahwa Maluku adalah bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari Indonesia tercinta.Selain itu juga menjadi tanda peringatan bagi kaum generasi muda Maluku untuk terus menunjukkan sistem nasionalisme kepada bangsa Indonesia.Lantas mengapa jembatan Merah Putih ini dibangun?Berikut ini ulasannya.

Pulau Ambon yang didalamnya terdapat ibu kota Provinsi Maluku ini dipisahkan oleh perairan teluk Ambon. Sehingga membentuk dua jazirah besar. Kedua jazirah tersebut dinamai jazirah Leitimor  dan jjazirah Leihitu. Jazirah leitimor ini merupakan jazirah yang semua desanya masuk dalam wilayah administrasi kota Ambon.

Sedangkan, jazirah Leihitu merupakan jazirah yang sebagian besar desanya masuk dalam wilayah administrasi kabupaten Maluku Tengah.Hal inilah yang menyebabkan Pulau Ambon berbentuk seperti “U”. Nah, itulah yang menyebabkan terjadinya ide pembuatan suatu jembatan penghubung yang mengubungkan dua jazirah tersebut.Jembatan tersebutlah yang dinamakan jembatan merah putih.

Jembatan ini memakan waktu yang cukup lama yaitu sekitar lima tahun pengerjaan. Jembatan ini diresmikan pada April 2016 oleh Bapak Presiden RI, Bapak Joko Widodo.